Pol!tik

6 Agustus 2008

Apakah selamanya politik itu kejam, …
apakah selamanya dia datang tuk menghantam; …
–dan seterusnya, dan seterusnya…
Begitulah sebagian penggalan dari bait-bait nyanyian Iwan Fals.
Begitulah interpretasi, dan begitu pulalah kemudian lahir anggapan.

Anggapan
Dan barangkali, banyak diantara kita yang juga beranggapan demikian. Tak apalah. Lalu, apakah anggapan semacam itu benar? Mungkin iYa. Dan apakah mutlak benar? Jelas tidak. Sebab namanya saja anggapan.

Memang, ada kejadian-kejadian, ada peristiwa-peristiwa yang bagi sebagian orang dapat disebut kejam. Dan kejadian atau peristiwa-peristiwanya bersangkut paut dengan makhluk bernama politik. Dan bukan hanya itu, makhluk bernama politik ini kerapkali pula disebut busuk, kotor dan entah apa lagi. Wuih. Apa boleh buat.

Kita sederhanakan saja, politik bukanlah kata atau konsep asli bahasa kita, politik adalah istilah yang diimpor dari Yunani, negerinya kaum filsuf dan daerah asal dari demokrasi. Akar dari politik adalah POLIS, suatu istilah untuk mendefinisikan daerah/wilayah yang merdeka dan berdaulat; jadi dalam konteks sekarang dapat diartikan sebagai wilayah negara (yang berdaulat). Di antara kata jadian dari polis adalah politik; bermakna segala hal-ihwal yang menyangkut pengurusan, pengelolaan dan pengorganisasian lembaga-lembaga dalam suatu negara. Dari konsep polis masih banyak konsep-konsep lain yang berakar dari kata tersebut, polisi, metropolis, metropolitan, juga politea yang barangkali tetap terdengar asing di kuping kita. Dan satu lagi diantaranya adalah kata dalam bahasa Inggeris: POLITE. Diantara makna yang dikandung dalam polite adalah “halus, sopan, santun dan beradab”.

Dan begitulah, maka saya yang cuma tahu sistem politik teramat sangat ala kadarnya saja, tetap saja pandir dan dungu— percaya bahwa IDEA Utama dari bangunan Politik adalah SISTEM interaksi/hubungan antar makhluk manusia yang ber-ADAB dan bertujuan untuk menciptakan sistem dan lingkungan yang beradab pula.

Maka bila Iwan Fals sampai menulis bait-bait tentang kekejaman politik, sebabnya, mungkin karena motto para oknum-oknum politik adalah:
• ING NGARSA NUMPUK ARTA BANDA KANTHI CARA ALA
• ING MADYA MANGUN KUASA KANG KUMAWASA
• TUT WURI HANGGROGOTI
(Di depan menumpuk harta benda dengan cara yang tidak sewajarnya,
di tengah-tengah membangun kekuasaan yang sewenang-wenang,
dan di/dari belakang menggerogoti)

Mungkin begitu. Tapi bila benar begitu, …
Wahai, alangkah … Carut-marutnya negeri kita ini.

Tags: , ,

Tinggalkan Balasan