:Aerosmith:Amazing:
… how high can you fly with broken wings…
… life’s a journey, not a destination…
Dalam perjalanan membuka kotak pandora…… saya terima pesan:
“…yang penting, waspada terhadap diri sendiri.” Sudah belasan tahun usia pesan itu. Pesan yang selama berbulan-bulan ini bukan hanya terngiang, tapi lebih tampak sebagai gambar yang muncul di benak. Pesan yang mengingatkan bahwa ada “sesuatu” yang salah. Tahu bahwa sesuatu itu salah tetapi tidak bisa keluar dari penjara kesalahan itu. Alhamdulillah, momen itu datang juga pada akhirnya, dari jalan yang sama sekali tanpa diduga, momen yang demikian berharga. Yang tentu saja saya belum tahu, apa berikutnya?
Dari paragraf kritik yang demikian halus terasa, mengena dengan hasil sungguh luar biasa, sentilan hangat yang menghancurkan penjara sikap yang tak bisa dibongkar oleh diri sendiri. Tak ingat, apakah penjara itu saya masuki dengan sengaja atau tidak, sebab, bagaimanapun juga, penjara itu adalah bagian dari (per)jalan(an) yang memang mesti ditelusuri. Dan ketika penjara itu hancur, rasanya sungguh sangat tak bisa digambarkan. Aneh. Berharap bahwa penjara itu luluh lantak tanpa sisa, sungguh harapan yang amat sangat muluk. Sebab, rasanya masih ada bagian sepasukan sel penjara negeri badan ini yang melarikan diri entah ke mana, yang menyebabkan diri ini belum merasa senang padahal mestinya hal itu memunculkan kesenangan.
(Jadi, mestikah kutuliskan … momen itu datang juga pada tengahnya? atau pada seperempat perjalanan, tiga perempat jalan? Tak tahulah. Mestikah cemas? oh! betapa…. gambar pesan itu ternyata masih tetap melekat ada…..)
Perjalanan memang tak pernah selesai, karena mati pun bukanlah akhir dari perjalanan. Kini, perjalanan, insya Allah akan saya lanjutkan, pulang, tapi apakah arti pulang bila rumah sesungguhnya ada di jalanan? apa arti pulang bila rumah ada dalam pikiran? apa arti pulang bila rumah ada di sepanjang perjalanan?
Untuk meringankan badan, beberapa ransel widget, saya tinggalkan. Pakaian tema saya sederhanakan.
Sambil saya selipkan, potongan ‘cerita’ yang saya ambil dari sini.:
Cerita-cerita yang lain yang berkesan selama sekolah-bekerja.?
Tiga tahun yang lalu, saya merasa menemukan sesuatu yang penting pada penelitian saya. Dalam enam bulan, saya merasakan masa-masa eureka. Terjaga sampai tengah malam, menghitung, menulis, mengedit. Terbangun sangat pagi. Tidur sangat kurang, tapi tidak merasa kurang tidur. Perasaan excitement yang dating terus-menerus. Masalah datang hari senin, merasa terpecahkan jumat berikutnya. Baru kemudian setelah waktu berlalu, setelah 2.5 tahun, saya mulai sadar banyak kesalahan pada formalisasi-hitungan saya. Bagaimana seseorang mudah ditipu oleh pikirannya sendiri, dan sulit untuk keluar justru dari belenggu yang dibuatnya sendiri. Dari situ sekarang saya mulai belajar menciptakan orang lain pada diri saya sendiri untuk membantu melepaskan saya ketika saya terjebak oleh pikiran sendiri.
…
Yang bisa menjadi masalah adalah, ketika ‘orang lain’ itu hidup dalam kepribadiannya sendiri, tetapi menyatu dalam wadah badan yang sama dengan diri kita, dengan kepribadian yang berbeda, yang mungkin saja berusaha meng-kudeta, yang terjadi berikutnya: perang dengan diri sendiri tak mungkin dihindarkan. Pilihan berikutnya adalah berkompromi dan mendidik diri sendiri, tapi bagaimana bila ada yang enggan pendidikan? enggan pencerahan lantaran berkeinginan tetap tinggal dalam kegelapan?
Sebab, badan adalah bagai kotak pandora.
Tags: membuka kotak pandora