Awalnya, blog ini saya bikin untuk memuat sajak kritikan dan sajak-sajak gemblung otak cemplung saja (ada di halaman download). Lalu maksud dan tujuan berubah. Sajak yang berisi kritikan saya pindahkan ke cakram digital, dan setelahnya, patahkan. Lalu jadi males update. Dan seperti biasanya, kalau sudah begitu, ya sudah, hanyutkan saja ke dunia maya seperti blog-blog yang sebelumnya. Lha kok ndilalah saya diikutkan dalam pelatihan intel getting started. Seperti ada gairah baru, tapi sekaligus juga gairah yang terasa teramat sangat lugu (ceritanya mungkin bakal saya tuliskan di sini, mungkin lho ya…). Itu lantaran saya mengalami banyak kejadian jamais vu (kebalikan dari déjà vu). Di buku entah apa, saya lupa, jamais vu itu disebut sebagai deja yu atau de yayu. Entah pula kalau ingatan benak ini mengada-ada. Entah.
Posting-posting selama november-desember itu saya lakukan dengan mood yang berubah-ubah, dengan gairah-gairah yang berbeda-beda, bahkan hasrat untuk menghapus blog juga ada. Yang menggelikan juga ada, inilah satu-satunya blog yang pernah berusaha saya promosikan dengan kebanggaan yang konyol. Whua..ha…ha…ha…………
Lalu sebuah kotak pandora lagi-lagi terbuka. Sensasinya tak bisa dijelaskan. Bukan semata-mata sebagai fenomena presque vu. Terasa sangat aneh karena kunci pembukanya justru diselipkan orang lain yang belum pernah kutemui. Lalu, perjalanan saya tujukan ke arah cangkang tempat pulang. Dan kemarin, 6 Januari 2009, judul blog itu saya lekatkan. f(rag)man itu muasalnya ya … dari fragmen, ada ambigu kental yang saya lekatkan di sana, terutama sekali sebagai bagian dari perjalanan mencari dan membuka kotak pandora. Judul itu bisa dibaca sebagai f(ungsi) mutilasi lelaki, bisa juga f(ungsi) carikan perca jiwa lelaki, atau yang lain terserah saja para pembaca. Dan kalau anda menganggap mutilasi itu terlalu ‘brutal’ mohon diingat bahwa dalam proses regenerasi, sebagian besar spesies makhluk hidup memutilasi kromosomnya.
Dan kalau ‘persamaan’ itu hasilnya tak terdefinisi, apa boleh buat, memanglah begitu terasa bagi saya.
9 Januari 2009 pada 10:10
Apa kabar?Bermetamorfosis terus nih? Dlm masa trans ya?
9 Januari 2009 pada 21:04
whue he..he… kabar baik, alhamdulillah.
waktu dan lokasi kan memang di trans(migrasi)
bermetamar-shoshe? he…he….
14 Januari 2009 pada 10:34
Menurut saya kritik ditempat terpisah memang lebih aman, karena tidak bisa dimoderasi oleh pihak yang dikritik.
Semoga semangat nulisnya terus tumbuh lagi setiap kali habis layu
15 Januari 2009 pada 13:23
terima kasih mas Guh, atas support-nya.