Ketika langit dibumikan, dan bumi dilangitkan. Lalu ketika langit dan bumi dihitung dengan matematika-an…….
*Hhe! Itu sampeyan lagi ngapain? Bersajak…?*
“Ha! Niat sih gitu… mang knapa..?”
*mbelgedhes!*
“Oooo…………. Gitu ya…? Soalnya aku mau kasih komentar tulisan ini, ga’ enak sama penulisnya. Dia dah nulis bagus-bagus, eh komentarnya kok mbelgedhes, jadi, ya….. tulis saja diblog sendiri saja tho….?”
*o…jadi sbenernya situ minder gitu tho, mo kasih komen langsung di sana?*
“nggak juga sih, cuma was-was aja…”
*was-was napa?*
“kalo-kalo aku nanti trus kesengsem sama matematika bumi trus ga’ bisa balik lagi ke langit pigimana..?”
*Hugh! Gombal!*
“lho…lho….lho…. Diajeng, hla wong dikau ini diksi terakhir di tulisan itu lho….”
*Ha!?* mendadak, matanya berkedip macam kursor dan bikin saya klilipen senyumnya.
“Ugh!”